Sabtu, 23 April 2016

Selamat Hari Buku!

Selamat Hari Buku!!! =D =D =D

Aku sangat suka baca buku. Dulu waktu kecil susah banget dapet buku, maklum harganya nggak pas di kantong. Jadinya sering mampir perpustakaan sekolah, perpustakaan kampus, perpustakaan daerah. Duuh tempat kenangan banget itu!

Salah satu perjuangan di perpustakaan adalah mencari buku kesukaan atau buku yang dibutuhkan untuk keperluan sekolah atau kuliah. =D Kalau sedang tidak beruntung, bukunya nggak ready karena sedang dipinjam orang lain. T_T Harus menunggu!

Perjuangan lainnya, rebutan spot bagus di perpustakaan untuk menancapkan kabel charger laptop. Ini penting sekali kalau berencana browsing dalam waktu lama. Begitu sampai di perpustakaan, langsung go duduk di kursi dekat colokan listrik. Aha!

Ini box set buku favoritku yang ku beli dengan uang hasil kerja sendiri pasca lulus kuliah. Box set Four Season karya Ilana Tan. Sebelum punya box set ini, sudah pernah 2 novelnya yang Autumn In Paris dan Winter In Tokyo (edisi dapat pinjaman dari teman). Setelah punya box set-nya, lega deh. Bisa baca 4 novel ini berkali-kali sepuas hati. Eh! Beneran nggak bosan karena baca berkali-kali. Ceritanya natural banget.


Kalau yang ini novel 'tersastra' versiku sejauh ini, Sayap-Sayap Patah karya Kahlil Gibran. Gaya bahasanya sangat sastrawi. Novel Reinkarnasi karya Lan Fang yang pas disejajarkan dengannya. Keduanya sama-sama novel 'tersastra' versiku. Bedanya, Reinkarnasi di kehidupan modern seperti jaman sekarang, sedangkan Sayap-Sayap Patah berlatar jaman dahulu, ketika derajat keluarga sangat kental dan masih diperhitungkan.


Aku penggemar buku biografi. Suka jenis buku ini karena aku bisa mengenal dan memahami karakter seseorang secara mendalam melalui buku biografinya. Biografi Andy Noya adalah buku pertamaku yang bertanda tangan asli. Biasanya kan bertandatangan si penulis, kalau bukuku ini bertandatangan tokoh bukunya.


Ini salah satu novel yang baru aku beli. Setelah 14 tahun berlalu, akhirnya terbit versi novelnya. Yups, Ada Apa Dengan Cinta? Ditulis oleh Silvarani. Kesan yang ku dapat, ternyata lebih seru membaca novelnya daripada menonton filmnya. Kata-kata yang dipilih Silvarani menuntun pembaca untuk berimajinasi lebih luas tentang peristiwa-peristiwa di film Ada Apa Dengan CInta?


Satu lagi, cita-cita dari jaman sekolah dulu, membaca novel Supernova. Sayangnya belum pernah menemukan di perpustakaan yang ku kunjungi. Hehe Kebetulan seri penutupnya terbit di awal tahun 2016. Setelah dapat referensi toko buku yang kasih diskon terbesar, aku beli keenam bukunya. Khusus Supernova, nggak tertarik beli box setnya setelah menghitung biayanya. Jauh lebih murah membeli buku per edisi daripada membeli box setnya. Ongkos kirimnya saja mahal. =P

Ah, saat ini masih belum mulai baca Supernova karena masih selesaikan beberapa tugas. Kalau sudah selesai melahapnya =P, akan saya kupas tuntas di blog.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar